Apa sih manfaat Stoploss atau Cutloss?

Memanfaatkan liburan mereview kinerja trading bulan juni yang kurang baik dalam psikologis trading.
Fokus pada hasil stoploss dengan total 60 transaksi yang pribadi untuk saya terlalu banyak dan tidak teratur.
Tapi dengan teknikal analisis yang baik serta money management yang baik total loss hanya kurang dari 3% dari total. 
Dengan teknikal analisis untuk menentukan batas stoploss maka ditemukan dibawah dari total 60 transaksi hanya 5 yang kembali naik sisanya saat ini dibawah posisi titik stoploss bahkan ada yang jauh dibawah. Artinya jika saya tidak melakukan stoploss maka kerugian akan makin besar. Satu hal lagi saya secara trading plan belum dikatakan rugi ( walaupun sudah jual rugi ) apabila saya kembali membelinya di harga yang lebih murah lagi bukan? Misalnya seperti GJTL, HRTA dan INDY yang telah saya buyback kembali di harga jauh lebih murah. Hasil terbaik adalah GJTL saya membeli di support terbawah dan ditutup pada perdagangan terakhir dengan profit sekarang 9,5%. Menarik bukan?

Satu contoh lagi saham BWPT. Saya harus rela lepas kerugian 2,2% di 264. Bayangkan jika saya belum jual dan sekarang sudah di 246. Uang saya mati berminggu-minggu dan terus mengalami penurunan. Tapi sampai sekarang saya belum buyback karena secara teknikal fase koreksi belum selesai. Mungkin sebentar lagi fase koreksi selesai dan kembali mendaki. Disitulah saya akan buyback dengan harga yang jauh lebih murah. Sembari menunggu BWPT selesai koreksi maka dana saya alihkan ke saham yang lebih berpotensi menguntungkan seperti PTBA dan GJTL.

Pekerjaan Trader itu bukan sekedar membeli murah dan menjual tinggi. Profesi Trader itu adalah bagaimana memposisikan sebuah saham semurah mungkin dengan potensial profit yang menjanjikan.

Ah, bulan Juni bulan dimana seharusnya tidak boleh bertransaksi atau hanya main choppy trade. Seharusnya berlibur saja hehe.